Pengertian Norma dan Macam-macam Norma

Norma adalah kaidah atau aturan-aturan yang telah disepakati bersama yang berisikan petunjuk-petunjuk tentang tingkah laku yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan oleh anggota masyarakat dan bersifat mengikat.



Kaidah atau aturan-aturan yang telah disepakati bersama, pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan ketertiban didalam masyarakat. Demi tegaknya aturan-aturan dan tercapainya tujuan yang ingin diwujudkan maka dibutuhkan kesadaran masyarakat dan sanksi yang tegas dari aturan itu sendiri. Jika didalam suatu masyarakat tidak terdapat norma atau aturan-aturan, maka betapa kacaunya kehidupan masyarakat tersebut.




Pengertian Norma dan Macam-macam Norma



Kesadaran akan pentingnya aturan-aturan, sesungguhnya merupakan kewajiban yang harus dilakukan karena akan memberikan perlindungan, penghargaan dan jaminan pada kepentingan-kepentingan seseorang dalam kehidupan dimasyarakat. Banyak negara-negra di dunia, termasuk Indonesia, yang telah memiliki aturan-aturan mengalami kekacauan dan ketidakstabilan yang berkepanjanga. Hal ini terjadi karena rendahnya kesadaran terhadap aturan-aturan yang telah dibuat dan disepakati




Ciri-Ciri Norma



  • Pada umumya tidak tertulis

  • Hasil dari kesepakatan masyarakat

  • Ditaati dimasyarakat

  • Terdapat sanksi bagi si pelanggar

  • Dapat menyesuaikan dengan perubahan



Macam-Macam Norma dan Sanksinya


Pergaulan hidup manusia didalam masyarakat diatur dan diikat oleh berbagai macam aturan atau norma. Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengkaji, macam-macam norma dengan dua pendekatan yaitu macam-macam norma berdasarkan sumber atau asal usulnya serta macam-macam norma berdasarkan daya mengikatnya.




1. Macam-macam norma berdasarkan sumber/asal usulnya


Berdasarkan asal usul/sumbernya, norma dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:



1. Norma Agama



Yaitu petunjuk hidup yang berisikan perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk yang berasal dari tuhan. Norma agama memberikan petujuk kepada manusia bagaimana seharusnya manusia bersikap dan berprilaku secara adil, jujur dan benar sesuai tuntunan agama.



Sanksi tidak langsung dirasakan, tetapi dirasakan setelah manusia meninggal. Manusia yang taat dan dengan ikhlas menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya akan mendapat pahala dan kelak masuk surga. Sebaliknya manusia yang ingkar dan lalai terhadap perintah dan mengabaikan larangannya, ia akan mendapat dosa dan kelak akan dimasukan kedalam neraka. Contoh perbuatan yang melanggar norma agama adalah mencuri dan lainnya.



2. Norma Kesusilaan



Yaitu aturan hidup yang datang dan bersumber dari hati nurani, berupa bisikan kalbu tentang baik dan buruknya suatu perbuatan, Sanksi norma kesusilaan tidak tegas karena hanya dirasakan dan dialami oleh diri sendiri berupa penyesalan, malu, merasa bersalah. Contoh norma kesusilaan adalah berlaku jujur terhadap sesama, berbuat baik terhadap sesama, menghargai orang lain dan menyayangi sesama.



3. Norma Kesopanan



Yaitu aturan atau petunjuk hidup yang timbul sebagai hasil dari pergaulan manusia di dalam masyarakat. Sanksi norma kesopanan tidak tegas karena hanya berupa cemoohan atau pengucilan dari masyarakat.



Contoh norma kesopanan adalah menghormati orang yang lebih tua, tidak berkata kasar (sopan), tidak meludah di depan orang banyak, dan menerima pemberian atau memberikan sesuatu menggunakan tangan kanan.



4. Norma Hukum



Yaitu aturan-aturan atau kaidah-kaidah sebagai pedoman hidup yang bersumbet atau dibuat oleh lembaga yang berwenang, yaitu negara atau pemerintahan yang berdaulat, yang biasanya tertulis dalam suatu kitab undang-undang hukum yang berisikan perintah dan larangan yang bersifat mengikat dan memaksa.



Norma hukum mengajarkan kepada setiap warga negara untuk taat dan tunduk pada hukum dan menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga tercipta suasana kehidupan yang aman, damai dan tentram didalam masyarakat.



Sanksi norma hukum sangat tegas dan nyata karena dirasakan langsung oleh pembuat pelanggaran. Sanksi pelanggaran norma hukum dapat berupa (denda, kurungan, penjara). Contoh norma hukum adalah setiap pengguna jalan harus tertib, setiap tindakan aparatur negara harus sesuai prosedur. serta dilarang melakukan pencurian, perampokan dan perbuatan jahat lainnya.




2. Macam-Macam Norma Berdasarkan Daya Pengikatnya


Berdasarkan daya pengikatnya, norma dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu:



1. Cara (usage)

Yaitu aturan-aturan yang daya mengikatnya paling lemah yang timbul sebagai akibat hubungan antarindividu dalam masyarakat. Sanksi dari norma ini tidak tegas karena hanya berupa cemoohan atau ejekan bagi mereka yang melakukan pelanggaran .



Contoh pelanggarannya :




  • Seorang meludah sembarang tempat.

  • Bersendawa setelah makan tanda kekenyangan.






2. Kebiasaan (folkways)


Yaitu aturan-aturan yang bersumber dari perbuatan yang sama, diulang-ulang dan yang dialami dan disenangi orang banyak sehingga dipertahankan sebagai pedoman hidup. Kebiasaan mempunyai daya ikatnya lebih tinggi dibandingkan dengan cara (usage). Sanksi kebiasaan tidak tegas. Jika ada orang tidak melakukannnya, ia hanya akan dianggap aneh atau dicemooh oleh masyarakat. 





Contoh pelanggaran kebiasaan :



  • Tidak mengetuk pintu ketika bertamu

  • Tidak menghormati kepada orang yang lebih tua.






3. Tata kelakukan (mores)



Yaitu aturan-aturan yang daya mengikatnya lebih tinggi daripada cara dan kebiasaan. Tata kelakukan bersumber dari kebiasaan masyarakat yang telah diterima sebagai norma pengatur sekaligus sebagai alat kontrol masyarakat terhadap anggotanya. Sanksi dari tata kelakukan lebih berat dibandingkan kebiasaan, yaitu dikucilkan oleh masyarakat bagi mereka yang melakukan pelanggaran. 





Contoh pelanggaran tata kelakuan:



  • Berpakaian minim

  • Berciuman dimuka umum






4. Adat istiadat (custom)



Yaitu aturan-aturan yang bersumber dari masyarakat yang daya pengikatnya kuat dan tinggi. Adat istiadat berisikan perintah dan larangan yang harus dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tertentu. Satu daerah dengan daerah lain memiliki adat istiadat yang berbeda . Pelanggaran terhadap adat istiadat dari suatu masyarakat tertentu, oleh anggota masyarakat akan mendapatkan sanksi yang tegas dan berat. Sanksi dari pergaulan masyarakat, 





Contoh adat istiadat :



  • Upacara pembukaan tanah

  • Tata Upacara perkawinan

  • Tata pergaulan masyarakat

  • Tata hubungan kekerabatan






5. Norma Mode (fashion)



Yaitu suatu kaidah yang dimulai dengan cara meniru perbuatan atau gaya hidup yang daya mengikatnya sangat lemah. Sanksi tidak tegas, tetapi hanya akan dipandang aneh oleh masyarakat jika peniruan itu tidak sesuai dengan keadaan orang yang meniru. Contoh Mode :



  • Meniru gaya berpakaian

  • Meniru gaya rambut

  • Meniru gaya kaca mata



Nah, itulah beberapa dampak yang akan anda rasaka jika melakukan pelanggaran terhadap norma, sebaiknya ikuti saja aturan norma yang berlaku dimasyarakat dan didaerah anda. Semoga saja artikel ini bisa menambah pengetahuan anda mengenai pentingnya norma dalam kehidupan. Saya rasa cukup sampai disini saja postingan Pengertian Norma dan Macam-macam Norma, semoga bermanfaat.


ARTIKEL TERBARU:

ARTIKEL LAINYA:

    Direkomendasikan

    Pengertian Negara Menurut Para Ahli

    Negara berasal dari kata state (bahasa Inggris) Staat (bahasa Belanda dan Jerman), Etat (bahasa Perancis), Lo Stato (bahasa Itali). Menurut Niccolo Machiavelli dalam bukunya Il Principle menggunakan istila lo stato yang berarti kekuasaan.


    Pengertian Negara Menurut Para Ahli



    Negara menurut bahasa Sanskerta berasal dari kata nagari atau nagara yang artinya wilayah kota atau penguasa. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah, atau daerah tertentu yang diorganisasikan dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, dan kedaulatan, sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.


    Pengertian Negara Menurut Para Ahli


    Beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian negara adalah sebagai berikut :



    1. Fr. Oppenheimer

    Fr. Oppenheimer mendefinisikan negara adalah apabila didalam kelompok masyarakat tertentu terdapat perbedaan politik, dimana ada pihak yang memerintah dan ada pihak yang diperintah.



    2. Leon Duguit

    Leon Duguit berpendapat bahwa negara adalah organisasi masyarakat yang melindungi anggota kelompoknya, dimana mereka terdapat berbeda politik (dalam arti kekuasaan yang memerintah dan masyarakat yang diperintah).



    3. R.M Mac Iver

    R.M Mac Iver mengemukakan bahwa negara adalah suatu organisasi sosial yang mempunyai fungsi memelihara ketertiban dalam masyarakat berdasarkan hukum.



    4. Herman Finer

    Menurutnya negara adalah suatu organisasi sosial atau kelompok manusia yang berkediaman dalam suatu wilayah dan mengesahkan kekuatan untuk mengendalikan pemerintahan.



    5. JHA. Logeman

    Mendefinisikan bahwa negara adalah organisasi kekuasaan yang terdiri atas jabatan-jabatan dan bertujuan untuk mengatur masyarakat dengan kekuasaan itu.



    6. George Jellinek

    Berpendapat bahwa negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang berkediaman dalam suatu wilayah tertentu.



    7. George Wilhelm Freiderich Hegel

    Menyampaikan pendapatnya bahwa negara adalah organisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintetis atas kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.



    8. Mr. Kranenburg

    Menyampaikan bahwa negara adalah organisasi kekuasaan yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.



    9. Roger F. Soltau

    Negara adalah organisasi sebagai alat atau wewenang untuk mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama rakyat.



    10. Harold J. Laski

    Negara adalah organisasi kekuasaan yang memaksa untuk melindungi kelangsungan produksi.



    11. Hugo De Groot

    Negara adalah ikatan-ikatan manusia yang sadar akan arti dan panggilan hukum kodrat.



    12. Benedictus de Spinoza

    Negara adalah susunan masyarakat yang integral atau semua golongan dan atau bagian dari seluruh anggota masyarakat organisasi.



    13. Wodrow Wilson

    Negara adalah suatu organisasi sosial atau kelompok manusia yang berkediaman dalam suatu wilayah dan mengesahkan kekuatan untuk mengendalikan pemerintahan.



    14. W.L.G Lemaire 

    Negara adalah suatu masyarakat manusia teritorial yang diorganisasikan.



    15. Bellefroit

    Negara adalah suatu masyarakat hukum atau suatu persekutuan hukum yang menempati daerah tertentu dan diperlengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk mengurus kepentingan bersama.



    16. Prof. Miriam Budiarjo 

    Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.



    17. M. Soli Lubis

    Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang merupakan suatu komunitas yang memiliki syarat-syarat wilayah, rakyat, dan pemerintahan.



    18. Natohamidjoyo

    Negara adalah suatu bentuk masyarakat dengan kekuasaan yang bertujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu.



    19. Prof. R. Djokosutono, S.H.

    Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan kelompok manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama.



    20. Prof. G. Pringgodigdo, S.H.

    Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu sehingga merupakan suatu bangsa. Unsur-unsur tersebut adalah:



    a. Pemerintah yang berdaulat

    b. Wilayah tertentu

    c. Rakyat yang hidup secara teratur



    21. Prof. MR. Soenarko 

    Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu kedaulatan.



    Nah, cukup sampai disini pengertian negara menurut para ahli yang dapat saya sampaikan, semoga saja artikel kali ini bermanfaat bagi anda yang membacanya.

    ARTIKEL TERBARU:

    ARTIKEL LAINYA:

      Direkomendasikan